Skip to content

White Terror!

27 09 2011

Program Pemutaran Film Perpustakaan Literati

___________________________________________________________________________

white terror [hwahyt ter-er] · noun violence carried out by reactionary (usually monarchist or conservative) groups as part of a counter-revolution. In particular, during the 20th century, in several countries the term White Terror was applied to acts of violence against real or suspected socialists and communists.

_______________________ · kb. kekerasan yang dilakukan oleh kelompok reaksioner (biasanya monarkis atau konservatif), sebagai bagian dari aksi-aksi kontra-revolusi. Di beberapa tempat, terutama sepanjang abad ke-20, istilah ini digunakan untuk menyebut aksi kekerasan melawan mereka yang memang dan/ atau dituduh sebagai sosialis dan komunis.

___________________________________________________________________________

Before 2001, September 11 had always been remembered as the day when General Pinochet launched a bloody coup against democratically-elected President Allende in 1973, which tragically ended the few years of socialist experiment in Chile. Inspired by the success story of Indonesian Army in eradicating radical leftists during the mid-1960s (also in September), Pinochet and his henchmen used the code “Operation Jakarta”. To commemorate the two twin September events (and their sister tragedies) from September 29 to October 1, 2011, Perpustakaan Literati brings together three films on counterrevolutionary terror each in Indonesia (1965), Chile (1973), and Congo (1960).

Sebelum tahun 2001, tanggal 11 September senantiasa dikenang sebagai hari kudeta Jenderal Pinochet terhadap Presiden Salvador Allende di Chile pada 1973, yang sekaligus mengakhiri eksperimen sosialisme demokratis di negeri itu. Uniknya, nama dan strategi “Operasi Jakarta”, demikian pasukan Pinochet menyebut aksi militer tersebut, diambil dari operasi serupa yang membasmi kelompok-kelompok Kiri di Indonesia di tahun 1960-an. Mengenang peristiwa Gestok dan tragedi September lainnya, mulai tanggal 29 September sampai 1 Oktober, Perpustakaan Literati memutar tiga film tentang teror kontrarevolusioner di tiga negara: Indonesia (1965), Chile (1973), dan Kongo (1960).

.

1) Pengkhianatan G-30-S/ PKI (Arifin C. Noer, 1984 | Dokudrama | 220min | Bahasa Indonesia | Kamis, 29 September 2011, 19.00 WIB)

The most notorious propaganda film produced by General Suharto’s New Order about October 1st Coup and its backlash. Known for its gory yet fabricated depiction of Communists killing and torturing the so-called Seven Generals, the film was annually shown on national television channels and it was mandatory for every student to watch it. Director Arifin C. Noer is said to have produced the film under military force while his own cinematic version of the event, Jakarta ’66, has long been banned.

Film propaganda paling kontroversial yang pernah diproduksi oleh Orde Baru Soeharto tentang Kudeta 1 Oktober dan reaksi sesudahnya. Terkenal karena penggambarannya berdarah-darah tapi palsu tentang pembunuhan dan penyiksaan terhadap “7 Jenderal” yang dilakukan Partai Komunis, film ini diputar setiap tahun di stasiun televisi nasional dan sudah menjadi kewajiban bagi para siswa ketika itu untuk menontonnya. Konon sutradara Arifin C.Noer dipaksa militer untuk memproduksi film ini, sementara versi sinematik garapannya tentang peristiwa tersebut, Jakarta ’66, hingga kini masih dilarang.

.

2) Salvador Allende (Patricio Guzman, 2004 | Dokumenter | 100min | Bahasa Spanyol, Prancis, & Inggris, teks Bahasa Inggris | Jumat, 30 September 2011, 19.00 WIB)

28 years before 9/11, there was another 9/11 which represented a key date in the history of Chile and the whole world. This was the date in 1973 when a bloody coup in Chile deposed Salvador Allende the first Marxist president elected democratically anywhere in the world and put an end to the Chilean experiment of a democratic transition from capitalism to socialism.

28 tahun sebelum peristiwa 9/11, ada “11 September” lain yang menjadi peristiwa kunci dalam sejarah Chile dan belahan dunia lainnya. Di hari itu, tahun 1973, Salvador Allende—presiden Marxis pertama yang terpilih secara demokratis—digulingkan lewat kudeta berdarah yang sekaligus mengakhiri eksperimen transisi demokrasi Chile, dari kapitalisme menuju sosialisme.

.

3) Lumumba (Raoul Peck, 2000 | Dokudrama | 115min | Bahasa Prancis & Lingala, teks Bahasa Inggris | Sabtu, 1 Oktober 2011, 19.00 WIB)

The true story of the rise to power and brutal assassination of the leader of the independent Congo, Patrice Lumumba, who emerges here as the heroic sacrificial lamb dubiously portrayed by the international media and led to slaughter by commercial and political interests in Belgium, the United States, the international community, and Lumumba’s own administration. A true story of political intrigue and murder where political entities, captains of commerce, and the military dovetail in their quest for economic and political hegemony.

Sebuah kisah nyata tentang Patrice Lumumba, pemimpin gerakan kemerdekaan Kongo, mulai dari era kekuasaannya yang singkat sebagai perdana menteri hingga kematiannya yang tragis. Lumumba diberitakan secara buruk dalam media internasional dan dihabisi oleh mereka yang berkepentingan secara ekonomi maupun politik di Belgia, Amerika Serikat, komunitas internasional, dan pemerintahan Kongo sendiri. Kisah nyata tentang intrik politik dan pembunuhan, di mana klik-klik politik, saudagar, dan militer bersatu mempertahankan hegemoni ekonomi dan politik.

Iklan
One Comment leave one →
  1. 28 09 2011 16:21

    Wah, kayaknya menarik ya kakak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: